Selasa, 26 Oktober 2010

( KISAH-KISAH RINGAN ) NEGERI PRODUSEN SETAN


covergirl gak laku sejak jaman Majapahit

Alkisah ada sebuah negeri, sebut saja negeri itu bernama Endolence ( Lemah, Loyo, Lunglai ), ini adalah negeri muslim terbesar di dunia melebihi negeri kita, konon negeri ini kaya raya, sumber daya alamnya luar biasa kaya, tanahnya subur, bahkan bukan hanya tongkat kayu, daun aja ditaruh di tanahnya pun tumbuh jadi tanaman.

Konon negeri ini selain kaya raya juga sangat angker, konon katanya wilayah laut negeri ini dikuasai Ratu Hantu yang bernama Queen South Ocean, itu katanya… tiap tahun dipantai-pantai negeri ini diadakan sedekah laut untuk mempersembahkan kurban untuk si Ratu Hantu itu, kalau tidak katanya para nelayan akan dicelakai, itu katanya, bahkan penentuan waktu melaut para Nelayan pun harus taat pada aturan gaib ( yang gak jelas juntrungannya ) yang ditetapkan si Ratu Hantu itu.

Selain itu rakyat negeri Endolence ini juga suka banget sama film-film horor yang penuh dengan tahayul, yang memang sengaja di buat oleh para produser Film untuk mengeruk uang. Film-film yang dibuat misalnya berjudul Suster Sabunan, Hantu Jeruk Hongkong, Kuntilanak Kumpul Kebo, dan sebagainya. Bahkan baru-baru ini, artis porno dari negeri Zimbabwe, yang gemar main film telanjang pun diundang untuk shooting film Horor terbaru yang berjudul Nasib Malang Kuntilanak ABG.

Bahkan pernah ada seorang produser film dari Jepang yang berkunjung ke negeri Endolence ini, dia sangat kagum dengan kreatifitas rakyat Endolence dalam memproduksi setan. “Watashi wa Sakurata Dikashimurah desu”, kata produser Jepang memperkenalkan diri. “ooo Dikashimura-san, watashi wa koko ni iru yo...ohayoo gozaimasu, anata wa Nihon kara Endolence made e arukimasuka ?”, sambut produser film negeri Endolence, “Hai.. soodesu”, jawab sang produser Jepang. Intinya sang produser Jepang ingin mengimpor salah satu hantu negeri Endolence untuk dibuat film di Jepang.

sodako...salah satu hantu Jepang Impor dari negeri Endolence

Akibat dari penayangan Film-film horor tersebut, benar-benar menyebabkan rakyat negeri Endolence menjadi rakyat pengecut, pecundang, tahayul, paranoid dan apatis, ada pohon rindang aja ditakuti lalu disembah, diberi sesaji...waaah musyrik. Akibatnya tidak hanya itu, mereka juga menolak segala macam perubahan, ya karena memang mereka sudah jadi pengecut, kalau gak percaya coba saja mendakwahkan Syariat Islam ke Negeri Endolence yang katanya negeri muslim ini, pasti kabur semua rakyatnya, takut, kunci pintu, jendela ngumpet di bawah kasur. Contoh lain ya Lihat saja remajanya kalau malam mau ke WC aja takut ada suster keramas.

kelakuan para remaja pengecut dan pecundang

Ketakutan-ketakutan tersebut menyebabkan munculnya gerakan penentang kemajuan, penentang perubahan, terutama kemajuan yang dikampanyekan aktivis pejuang Syariat Islam, akibatnya banyak aktivis Syariat Islam yang dijauhi dan ditakuti, walaupun jika disadari negeri Endolence butuh perubahan dengan Syariat Islam secepatnya. Para aktivis tidak hanya dijauhi saja, bahkan ada sebagian yang difitnah terlibat Terorisme, seperti kasus Ustad Umar Baasyir, yang dituduh melakukan gerakan terorisme melalui ceramah-ceramahnya.

seorang ustad korban dari ketakutan tidak beralasan pada syariat Islam

Itulah negeri Endolence, sebuah negeri dimana rakyatnya terbuai oleh tahayul-tahayul yang sengaja dibiuskan penjajah kepada mereka, sehingga mereka takut sekali melakukan perubahan, takut sekali mengambil resiko untuk berubah menjadi lebih baik, dan menolak kemajuan. Bagi mereka Kemajuan adalah Pamali atau sesuatu yang harus dihindari agar tidak sial.



Hal ini tentu berbeda sekali dengan kita, karena kita adalah orang-orang yang berakal dan mempunyai jiwa-jiwa melangkahi ( spirit of beyond) dan siap menerima dan memperjuangkan Syariat Islam sebagai langkah untuk membangkitkan Indonesia dari keterpurukan dan keterbelakangan, karena kita bukan rakyat negeri Endolence yang pengecut dan pecundang, kita adalah remaja-remaja istimewa yang siap memimpin dunia.
LOOK BEYOND THE GLORY

0 komentar:

DALAM NEGERI

DALAM NEGERI
PERMOHONAN DONASI UNTUK PEMBANGUNAN GEDUNG BARU YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM EL DIINA PURWOKERTO

Dalam Negeri

Dalam Negeri
93% Facebookers Memilih “Indonesia tanpa JIL” Daripada “Indonesia tanpa FPI” Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/02/18737/93-facebookers-memilih-indonesia-tanpa-jil-daripada-indonesia-tanpa-fpi/#ixzz1mzSmbSeG

Dalam Negeri

Dalam Negeri
Korban Malam Valentine: Sepasang Kekasih Tewas Cekcok Soal Hamil Zina

Internasional

Internasional
Suriah Serang Habis-habisan Kota-kota yang Dikuasai Pemberontak

PASAR ANDROID

PASAR ANDROID, DOWNLOAD BANYAK APLIKASI ANDROID BERBAYAR ( PREMIUM ) DENGAN GRATIS

Tentang Kami

Sahabat

Penggemar