Senin, 15 Agustus 2011

PENYAKIT RABUN JAUH DAN RABUN DEKAT KAUM MUSLIMIN


Penyakit rabun jauh dan rabun dekat secara kedokteran berkaitan erat dengan mata sebagai salah satu pancaindra yang merupakan alat pengelihatan. Penyakit rabun jauh biasanya diderita oleh anak-anak dan remaja yang mempunyai gaya hidup yang tidak sehat dan merusak mata, misalnya terlalu sering menonton TV atau bermain komputer, game, internet terlalu lama, biasanya penderita rabun jauh memakai kacamata berlensa minus. Tapi jangan dikira penulis ini pakai kacamata minus tebal, walaupun penulis suka baca, suka main internet, game dan komputer berjam-jam sejak remaja, tapi Alhamdulillah mata penulis masih sehat dan tak perlu kacamata atau lensa kontak untuk membantu pengelihatan sampai saat ini.

Begitu juga dengan penyakit rabun dekat, penyakit ini biasanya diderita oleh orang-orang yang berprofesi seperti sopir, pilot, nahkoda dan orang-orang yang terlalu sering melihat objek yang terlalu jauh di depan, biasanya mereka memakai kacamata berlensa cembung atau plus.

Namun di sini penulis tak akan membahas bagaimana cara menyembuhkan kedua penyakit mata itu, tapi penulis ingin membahas cara pandang atau persepsi sebagian kaum muslimin terhadap agamanya yaitu Islam, yang ternyata masih ada sebagian yang rabun terhadap agamanya sehingga tak mampu melihat agama Islam secara holistik ( menyeluruh ).

PENYAKIT RABUN JAUH KAUM MUSLIMIN



Penyakit rabun jauh kaum muslimin adalah berupa ketidak mampuan kaum muslimin menggapai kemajuan karena sulit melihat kemajuan itu sendiri. Seolah kemajuan itu samar dan tidak mungkin diraih. Sebagian kaum muslimin lebih suka bersikap apatis dan menerima keadaan. Mereka tak segan-segan menolak semua solusi yang bisa membawa kepada kemajuan.

Penyakit ini biasanya diderita oleh para elit politik, mereka seolah mau saja didikte oleh asing dan tidak mau membangun umat dan bangsa ini dengan mandiri. Banyak sekali contohnya, beberapa tahun lalu ada seorang ilmuwan Indonesia yang menemukan metode mempercepat plankton dan jasad renik menjadi minyak bumi, yang normalnya bisa memakan waktu jutaan tahun, namun dengan metode itu kita bisa membuat minyak bumi hanya dalam waktu beberapa tahun saja bahkan beberapa bulan saja.

Namun setelah sang ilmuwan menyampaikan proposal proyek metode penelitian pembuatan minyak bumi instan ini kepada pemerintah ( Presiden SBY ), proposal itu tak digubris sama sekali oleh pemerintah kita.

Lihat saja juara-juara olimpiade fisika, matematika, kimia bahkan robotika negeri ini, kemana mereka nanti larinya?? Ya keluar negeri lah, ke Eropa, Jepang, Amerika, dan lainnya, karena di Indonesia tidak dipedulikan.

Industri pesawat terbang seharusnya menjadi pelopor kemandirian negeri ini, bahkan mantan negara Khilafah ( Turki ) pun percaya dengan produk negeri ini

PT Dirgantara Indonesia ( IPTN ) dikebiri, para insinyur pesawat terbang dan karyawan-karyanwannya dipecat, akhirnya mereka bekerja di luar negeri, lah di dalam negeri mereka dibuang, ya lari keluar negeri, di sana bayarannya mahal loh.

Sumber daya alam diobral ke asing, dengan alasan Indonesia belum punya SDM yang mampu mengolahnya, tapi kenyataannya kita punya, tapi tidak pernah di pedulikan oleh pemerintah.

Mungkin elit politik kita selalu bilang cintailah Indonesia, tapi kalau cintanya bertepuk sebelah tangan, ngapain diterusin betul gak???. Mereka para insinyur, para ilmuwan, para ahli-ahli yang tak dipedulikan oleh pemerintah sebenarnya mungkin ya cinta sama tanah air mereka, tapi ketika tanah airnya ternyata tidak cinta sama dia, lah yaudah berarti cintanya bertepuk sebelah tangan dong. Putus aja.

Miskinnya Keteladanan



Penyakit rabun jauh ini salah satu sebabnya adalah miskinnya keteladanan di kalangan kaum muslimin yang berkualitas dan berharga. Keteladanan yang ada biasanya hanyalah keteladanan dari orang-orang yang tidak berkualitas atau bahkan tidak baik.

Kita lihat saja, bagaimana remaja kita sekarang, siapa yang mereka kagumi??, siapa yang mereka teladani??, siapa yang mereka idolakan??. Nabi Muhammad kah, para sahabat, tabiin, tabiut tabiin, ulama-ulama jaman dahulu ( salaf ) dan ulama mahzab?. Saya rasa sulit menemui ada remaja yang meneladani atau mengagumi mereka, mungkin 10 juta banding satu dari seluruh remaja muslim di Indonesia, karena saya yakin banyak remaja muslim kita tidak tahu siapa saja tokoh-tokoh teladan Islam yang pernah hidup di jaman dahulu, mereka tahunya ya Justin Beiber dan sebagainya.

Kebanyakan yang mereka teladani yah artis-artis, dan penyanyi-penyanyi yang kerjaannya berjingkrak-jingkrak ke sana sini, yang tak pernah menginspirasikan sebuah kemajuan pada diri mereka, tak pernah memompakan semangat perubahan pada diri remaja muslim, dan justru menyesatkan generasi muda, karena gaya hidup mereka yang ditiru. Mereka hanya menularkan khayalan-khayalan kosong tentang ketenaran, banyak pacar dan sebagainya.

Teladan-teladan jaman sekarang yang patut dipertanyakan keteladanannya

Ini jelas karena sang teladan saja tidak berkualitas, mereka Cuma bertampang ganteng, cakep, cantik, atau sekarang ngetrennya bertampang oriental seperti artis Korea dan Jepang. Remaja kita hanya meneladani orang secara fisik semata. Nah nantinya ketika mereka dewasa, dan menjadi generasi utama di umat, mereka tak pernah punya spirit kemajuan, karena keteladanan selama dia tumbuh dari anak-anak, remaja ke dewasa, adalah keteladanan kosong tanpa arti.

PENYAKIT RABUN DEKAT KAUM MUSLIMIN

Bahkan melihat agamanya sendiri kaum muslimin masih rabun

Menurut seorang ahli ekonomi Islam Muhammad Syafei Antonio. M,Ei, menyatakan bahwa kaum muslimin jaman sekarang terkena penyakit rabun dekat, yaitu tak mampu melihat Islam secara holistik ( kaffah/ menyeluruh).

Kaum muslimin hanya tahunya, agama Islam ya sebatas Sholat, Puasa, masjid, baca Al Quran dan seputar ibadah yang sifatnya ritual semata, namun tak mampu melihat Islam dari segi yang lain yaitu Politik, Ekonomi, Negara, Sosial dan Budaya.

Kita mungkin selalu membaca Al Quran, namun kita tak pernah menyadari bahwa Al Quran itu juga mengatur masalah ekonomi, politik, negara, dan masyarakat. Ayat-ayat Allah yang kita baca kita anggap hanyalah bacaan saja tanpa arti, lalu apa arti kesucian Al Quran??.

Kita mungkin selalu mengatakan, mari kita tiru akhlak Nabi Muhammad, mari kita tiru sholatnya Nabi Muhammad, mari kita tiru puasanya nabi Muhammad. Namun tak pernah kita mengatakan, mari kita tiru Negaranya Nabi Muhammad, yaitu Khilafah, mari kita tiru hukumnya Nabi Muhamammad yaitu Hukum Islam, mari kita tiru Ekonominya Nabi Muhammad yaitu Ekonomi Islam, mari kita tiru politiknya Nabi Muhammad yaitu politik Islam, mari kita tiru kepahlawanan Nabi Muhammad yaitu Jihad Fisabilillah. Kita hanya tahu bahwa Nabi Muhammad adalah pemimpin agama, tanpa kita sadari bahwa Beliau adalah juga pemimpin negara, politik, ekonomi dan panglima perang.

Islam dan Sekuler berbeda jalan tak mungkin disatukan

Di masjid kita mungkin sholat, memuji-muji Nabi Muhammad Saw, bersholawat, tapi ketika kita keluar, kita malah pacaran, kita terlibat Riba dan ekonomi Kapitalisme, kita terlibat Korupsi, kita berpolitik ala sekulerisme, kita mendukung sistem sekuler, lalu kita mencaci maki mereka para aktivis Islam yang ingin menegakkan Syariat Islam, kita menuduh mereka Teroris. Apakah itu bukan sebuah kemunafikan??.

Bukankah itu sama saja, ketika siang hari di bulan Ramadhan kita masuk masjid dan pamer kepada orang di situ, “ saya Puasa kok, nih mulut saya kering, perut saya lapar keroncongan”. Namun setelah kita keluar masjid kita ngumpet di semak-semak lalu makan dan minum. Lalu apa arti Islam bagi kita??.

KESIMPULANNYA

Islam pasti akan memimpin dunia

Penyakit rabun jauh dan rabun dekat kaum muslimin sangat berhubungan erat, keduanya adalah penyebab utama keterpurukan umat Islam selama ini. Kemajuan umat yang diharapkan tak akan pernah terwujud sebelum umat ini kembali kepada Islam.

Islam tak hanya ada sholat, puasa, haji dan ibadah-ibadah ritual semata, Islam juga menyangkut politik, ekonomi, sosial dan budaya yang justru isinya lebih banyak. Islam adalah agama sempurna, agama tauhid terakhir untuk semua manusia di dunia ini.

Allah Berfirman
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara Kaffah ( Menyeluruh ), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. Al Baqarah ayat 208.

Islam adalah solusi nyata bagi negeri ini, Islam menerima segala jenis kemajuan, memfasilitasinya, menggaji para ilmuwan-ilmuwan baik muslim maupun non muslim untuk melakukan penelitian dan pengembangan iptek demi kemslahatan masyarakat.

Islam secara politik juga akan melahirkan pemimpin-pemimpin umat yang berkualitas, berakhlak baik, amanah dan istikomah dalam memegang pemerintahan, karena di dalam Islam sendiri mempunyai tokoh-tokoh teladan yang baik, dan para pemimpin-pemimpin itulah yang nantinya akan menjadi teladan bagi generasi berikutnya.

Namun itu bisa terwujud ketika kaum muslimin mau menerapkan Islam secara kaffah ( menyeluruh ), yaitu seluruh aspek ajaran Islam, meliputi ibadah, politik, ekonomi, hukum, dan lainnya, yaitu dalam suatu institusi Negara Khilafah Islamiyah.




0 komentar:

DALAM NEGERI

DALAM NEGERI
PERMOHONAN DONASI UNTUK PEMBANGUNAN GEDUNG BARU YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM EL DIINA PURWOKERTO

Dalam Negeri

Dalam Negeri
93% Facebookers Memilih “Indonesia tanpa JIL” Daripada “Indonesia tanpa FPI” Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/02/18737/93-facebookers-memilih-indonesia-tanpa-jil-daripada-indonesia-tanpa-fpi/#ixzz1mzSmbSeG

Dalam Negeri

Dalam Negeri
Korban Malam Valentine: Sepasang Kekasih Tewas Cekcok Soal Hamil Zina

Internasional

Internasional
Suriah Serang Habis-habisan Kota-kota yang Dikuasai Pemberontak

PASAR ANDROID

PASAR ANDROID, DOWNLOAD BANYAK APLIKASI ANDROID BERBAYAR ( PREMIUM ) DENGAN GRATIS

Tentang Kami

Sahabat

Penggemar