Selasa, 08 November 2011

BERKORBAN UNTUK PERUBAHAN


Sebelumnya, saya penulis blog Spirit of Beyond, mengucapkan selamat Hari Raya Idhul Adha 1432 H.
Yah kalau kita lihat setiap Hari Raya Idhul Adha, atau Hari Raya Qurban, Hari Raya Haji dan ada yang menyebutnya Hari Raya Besar, karena dalam penanggalan Islam Jawa diperingati di bulan Besar ( Dzulhijjah ) mempunyai ciri khas yaitu pembantaian atau lebih tepatnya penyembelihan hewan qurban, dari mulai kambing, domba, sapi, kerbau, kalau unta Cuma di Arab. Dan kemudian banyak juga yang mengadakan acara nyate bareng ramai-ramai. Satu hal lagi beberapa dokter akan mendapat kelebihan order pekerjaan dari bertambahnya pasien darah tinggi yang berobat.

Sementara di tanah suci sana, jutaan jamaah haji dari berbagai penjuru dunia, bersatu dan berkumpul untuk melaksanakan ibadah haji, dan menunjukkan bahwa sebenarnya umat Islam itu satu kesatuan umat yang tak bisa dipisahkan oleh batas-batas maya teritorial  dan nasionalisme negara bangsa.

PERUBAHAN


Sebuah kata yang oleh sebagian orang diharapkan, tapi oleh sebagian lain justru ada yang tidak rela dengan perubahan itu. Orang-orang yang tak rela dengan perubahan itu misalnya adalah orang-orang yang diuntungkan dengan model status quo ( keadaan sekarang ), sehingga mereka tidak rela dengan perubahan. Selain itu adalah mereka-mereka yang tidak tahu, atau mereka-mereka yang sebenarnya tidak mendapatkan apa-apa atas status quo tapi tidak ingin berubah karena bisa terus bernostalgia.

Perubahan Butuh Pengorbanan


Perubahan pasti butuh perjuangan, dan perjuangan pasti butuh pengorbanan, kaya lagunya bang Rhoma Irama yah...perjuangan... hahahaha....butuh pengorbanan.

Sudah lama Nabi Ibrahim As mendambakan anak, dan akhirnya Allah Swt mengabulkannya lewat istrinya yang kedua yaitu Hajar yang melahirkan Nabi Ismail As. Ismail As tumbuh besar menjadi ABG tampan, dan menyenangkan sekali bagi bapaknya Nabi Ibrahim melihat anaknya sekarang sudah mulai menginjak masa remaja ( usia 13 tahun ). Namun Allah Swt justru berkehendak lain, Allah Swt menyuruh Nabi Ibrahim menyembelih anaknya Nabi Ismail As.

Namun demi ketaatan seorang Nabi kepada Allah Swt, maka Nabi Ibrahim harus ikhlas untuk menyembelih nabi Ismail anaknya, dan Nabi Ismail pun rela kalau dirinya disembelih demi ketaatan dia kepada Allah Swt.

Singkat cerita, beberapa kali Nabi Ibrahim berusaha menyembelih Nabi Ismail As namun pedang yang digunakannya tak mempan sedikitpun, seolah kulit leher Nabi Ismail liat dan tak tertembus oleh benda sangat tajam sekalipun, yah itulah kehendak Allah yang mencabut khasiat ( Qadar ) pedang, yang tadinya merupakan benda tajam menjadi tumpul. Melihat keikhlasan Nabi Ibrahim, Allah Swt mengutus malaikat Jibril untuk membawa kambing ( Gibas ) besar yang merupakan Kurban dari Habil anak Nabi Adam As untuk menggantikan Nabi Ismail, dan akhirnya kambing itulah yang disembelih dan dagingnya itu dibagi-bagikan ke fakir miskin.

Itulah pengorbanan seorang Nabi yang tidak bisa kita tiru namun bisa kita teladani kerelaan dan keikhlasannya. Pengorbanan seorang Nabi tentunya sangat besar, untuk merubah masyarakatnya, tak jarang mereka menerima siksaan yang amat keji oleh umatnya, diburu dan dibunuh oleh umatnya yang tidak mau taat, dilecehkan, dikucilkan dan difitnah, dan sebagainya. Itulah pengorbanan mereka demi merubah masyarakatnya untuk taat kepada-Nya, melaksanakan Syariat-Nya dan menyembah-Nya.

JENIS KEBANGKITAN MASYARAKAT


Perubahan masyarakat adalah suatu konsekuensi logis dari perkembangan jaman, setiap tradisi dan kebiasaan di masyarakat, setiap komponen, pemikiran dan perbuatan yang ada di masyarakat akan berubah, dan jika ada tradisi, pemikiran dan perbuatan yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan jaman, pasti akan hilang, itulah konsekuensi yang harus dikorbankan.

Perubahan masyarakat bisa menghasilkan kebangkitan jika perubahan itu menjadi suatu jiwa dan pemikiran tersendiri, namun perubahan bisa tidak membawa kebangkitan, jika perubahan itu hanya sifatnya ganti wajah saja, atau ganti warna saja, seperti perubahan orde baru ke reformasi. Dan segala jenis kebangkitan masyarakat ( umat ) akan berakibat masyarakat itu mempunyai ambisi global, mempengaruhi atau menguasai dunia. Kebangkitan masyarakat dapat dibedakan menjadi dua macam, tergantung dari sumber kebangkitan itu, yaitu

Kebangkitan Yang Bersumber Dari Tokoh



Contohnya banyak, misalnya kebangkitan kerajaan Majapahit, yang bangkit karena adanya tokoh patih Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk, yang mampu mempersatukan Nusantara. Lahirnya tokoh Gajah Mada sebagai sosok perubahan menjadikan Majapahit mempunyai ambisi global, yaitu minimal menguasai seluruh Nusantara dan sebagian Indocina.

Contoh lain adalah Jengis Khan dari Mongol, Jengis Khan atau Temujin, berhasil mempersatukan seluruh suku-suku Mongol, dan akhirnya mempunyai ambisi global untuk menguasai dunia. Mongol ( Tartar ) berhasil menguasai Cina, Asia Tengah, sebagian Timur Tengah, Eropa Timur dan sebagian Tengah.

Alexander Agung, berhasil membangkitkan bangsa Macedonia dan menaklukan wilayah yang sangat luas, dari mulai Yunani sampai Pegunungan Himalaya sebelah timur dan sebagian India.

Namun kebangkitan yang bersumber dari tokoh tidaklah berjalan lama, ketika tokoh itu meninggal, atau sudah tidak punya pengaruh politik, maka kebangkitannya akan segera berakhir.

Imperium Majapahit, terpecah-pecah, setelah Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk meninggal, dan akhirnya berakhir. Imperium Mongol melemah setelah tokoh-tokohnya seperti Jengis Khan, Kubilai Khan, Hulaku Khan mati, dan menyebabkan pasukannya semakin melemah, di Timur Tengah tentaranya dihajar pasukan Muzafar Al Qutus, di Jepang, pasukannya gagal menandingi para Samurai Jepang, di Jawa pasukannya di tipu dan kemudian ditikam dari belakang oleh pasukan Majapahit pimpinan Raden Wijaya, dan akhirnya berakhir setelah Dinasti Yuan ( Mongol ) di Cina dikudeta oleh rakyat Cina.
Jenderal-jenderal Macedonia memberontak dan ingin berkuasa, setelah Alexander Agung mati, akibatnya kekuatan pasukan pun melemah, dan mengakibatkan lepasnya daerah-daerah yang ditaklukan oleh Alexander Agung dulu.

Kebangkitan Yang Bersumber Dari Akidah



Sudah dikatakan berkali-kali oleh penulis, bahwa akidah adalah sebuah pemikiran global tentang alam semesta, manusia dan hidup, dengan akidah inilah muncul ideologi, atau suatu pandangan hidup yang menyeluruh tentang alam semesta, manusia dan hidup.

Kebangkitan yang bersumber dari Ideologi atau akidah inilah yang merupakan kebangkitan yang awet, tidak peduli walaupun sang tokoh pembangkit itu sudah tiada, kebangkitan itu akan tetap ada, selama para pengembannya masih memegang teguh akidah dan ideologi tersebut dan juga selama ideologi tersebut tidak mengandung kerusakan di dalamnya.

Ideologi sosialisme membuat masyarakat sosialis komunis seperti Rusia ( Uni Soviet ) bangkit, masyarakat mereka mempunyai ambisi global untuk mempengaruhi ( menghegemoni ) dan menguasai dunia dengan ideologinya, walaupun Karl Mark, Stalin, Lenin dan tokoh-tokoh lainnya telah mati, namun kebangkitan masyarakat komunis tetap eksis, sampai akhirnya kerusakan yang ada di dalam ideologi itu yang menyebabkan keruntuhannya.

Ideologi Kapitalisme mampu membangkitkan masyarakat Eropa, Amerika, Jepang, Korea Selatan dan lainnya, walaupun Adam Smith, John Maynard Keynes dan lainnya telah mati, namun kapitalisme masih eksis sampai sekarang. Namun karena Ideologi buatan manusia ini mempunyai kelemahan dan kerusakan serta kebangkitannya menyengsarakan masyarakat dunia ketiga dengan ambisi global negara pengembannya yaitu penjajahan, maka kita tunggu saja ideologi ini pasti akan berakhir.

Ideologi Islam mampu membangkitkan bangsa Arab yang jahiliyyah menuju sebuah umat yang terbaik dan memimpin dunia, mempunyai ambisi global untuk menyebarkan rahmat dan dakwah Islam ke seluruh dunia. Kebangkitan Islam tetap eksis walaupun Nabi Muhammad Saw sudah meninggal dunia. Ideologi Islam sempat diemban selama 14 Abad oleh negara Khilafah, sampai akhirnya karena semakin lemahnya pemahaman umat Islam akan agamanya, dan penyimpangan-penyimpangan, Ideologi Islam berakhir. Kebnagkitan Islam berakhir karena kesalahan para pengembannya, bukan karena adanya kerusakan pada tubuh Islam, tak ada kerusakan itu.

ISLAM PASTI AKAN BANGKIT KEMBALI MEMIPIN DUNIA



Tsumma takuunu Khilafatan ala min hajjin nubuwah, akan hadir Negara Khilafah yang sesuai prinsip kenabian. Hadist itu sifatnya umum dan tidak mengacu pada seseorang yang akan membangkitkan Khilafah ( Imam Mahdi ), umat Islam yang bersatulah yang bersama-sama akan membangkitkan Khilafah, sedangkan Imam Mahdi hanya salah satu Khalifah saja dari Khalifah-khalifah sebelumnya.

Kebangkitan ini pasti akan kembali, tetapi membutuhkan pengorbanan dari umat Islam, untuk rela melepaskan ashobiyah ( fanatisme ) golongan, organisasi, dan bangsa untuk sama-sama menegakkan Khilafah Islam.

Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk[340] satu derajat. kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk[341] dengan pahala yang besar. ( An Nisa 95 ).
SIAP BERKORBAN ????




0 komentar:

DALAM NEGERI

DALAM NEGERI
PERMOHONAN DONASI UNTUK PEMBANGUNAN GEDUNG BARU YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM EL DIINA PURWOKERTO

Dalam Negeri

Dalam Negeri
93% Facebookers Memilih “Indonesia tanpa JIL” Daripada “Indonesia tanpa FPI” Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/02/18737/93-facebookers-memilih-indonesia-tanpa-jil-daripada-indonesia-tanpa-fpi/#ixzz1mzSmbSeG

Dalam Negeri

Dalam Negeri
Korban Malam Valentine: Sepasang Kekasih Tewas Cekcok Soal Hamil Zina

Internasional

Internasional
Suriah Serang Habis-habisan Kota-kota yang Dikuasai Pemberontak

PASAR ANDROID

PASAR ANDROID, DOWNLOAD BANYAK APLIKASI ANDROID BERBAYAR ( PREMIUM ) DENGAN GRATIS

Tentang Kami

Sahabat

Penggemar