Sabtu, 24 September 2011

MANUSIA HIDUP DENGAN PERSEPSI ( CARA PANDANG ), HATI-HATILAH JANGAN SAMPAI SALAH PERSEPSI


Di kampung penulis ada seorang anak muda, tapi sebenarnya maaf saja, katronya minta ampun. Anak muda ini kelihatannya saja pintar tapi sebenarnya kalau sudah mengenalnya dia sangat kurang pintar, atau ini penghalusan dari kata bodoh, serta bebal dan tidak mau mendengarkan orang lain karena memang dia merasa sudah pintar, yah memang setiap manusia punya kepintarannya masing-masing, paling tidak anak itu pintar membuat dirinya kelihatan pintar untuk menutupi kebodohannya.

Salah satu bentuk kebodohan anak muda itu, yaitu kesasar ketika hendak menuju ke kota Purwokerto, padahal sudah ada papan penunjuk jalan, rupanya setelah dia sampai di pertigaan klenteng Sokaraja tidak membaca papan petunjuk jalan itu dan salah belok, harusnya belok kiri dia belok kanan, akhirnya dia nyasar ke Purbalingga, dan karena kecapean dia langsung saja pulang dan tak jadi ke tempat tujuan.


Mungkin ini adalah salah satu contoh seorang yang berpersepsi bahwa dirinya pintar, tapi dia tak mau berkaca dan tak mau tahu kebodohan yang ada di dalam dirinya sendiri, padahal manusia diciptakan berdasarkan kepintaran dan kebodohannya masing-masing, hanya orang bodoh saja yang merasa dirinya selalu pintar.
PERSEPSI DARI CARA AKAL MENERJEMAHKAN LINGKUNGAN SEKITAR


Manusia adalah Zoon Politicon atau hewan yang berpikir, yah manusia adalah makhluk yang seperti hewan, karena terbuat dari tanah, namun diberi karunia akal oleh Allah Swt, sehingga disebut manusia.

Akal gunanya adalah menerjemahkan seluruh isi alam semesta terutama yang ada di lingkungan sekitar manusia yang tertangkap pancaindra, sesuai dengan informasi sebelumnya, nah dengan informasi sebelumnya inilah akal membentuk persepsi ( cara pandang / mafahim ).

Dari persepsi inilah kita menerjemahkan segala hal yang ada di sekitar kita yang tertangkap pancaindra kita, kita lihat benda terbuat dari kayu bersegi dan berkaki empat dengan mata, lalu memprosesnya dengan akal, dan akhrinya kita menerjemahkan dengan informasi sebelumnya yang sudah tersimpan dalam otak bahwa benda itu namanya meja.
Manusia mempunyai persepsi masing-masing tentang lingkungannya, sehingga kehidupan manusia bermacam-macam dan berwarna, ada manusia yang suka berdagang, ada yang suka menjadi pegawai, atau ada yang bekerja di perusahaan swasta, itu misalnya. Contoh lain, ada manusia yang berbuat baik, ada yang suka bermaksiat, semua tergantung persepsinya.

Persepsi bisa menjadi sugesti, jika orang yang diberi persepsi dalam keadaan setengah sadar, sehingga tidak mampu berpikir normal, inilah yang disebut Hipnotis. Sugesti bisa dikatakan cara memasukkan persepsi secara cepat dan instan tanpa perlu adanya penolakan dari orang yang akan diberi persepsi, karena orangnya tidak sadar dan tidak berpikir bisa normal. Sehingga orang yang dihipnotis bisa melakukan hal-hal bodoh tanpa ia sadari.


Hewan tidak mempunyai persepsi atau cara pandang karena hewan tidak punya akal, segala aktivitasnya hanya berdasarkan naluri dan kebiasaan, sehingga kehidupan hewan ya monoton alias itu-itu saja, begitu juga dengan orang gila, orang gila tidak punya persepsi karena akalnya sakit atau tidak berfungsi secara normal. Bagaimana dengan orang mabuk minuman keras?, itu lebih hina daripada hewan atau orang gila, ya iyalah, hewan dan orang gila itu kan gak kena dosa, lah kalau orang waras tapi suka mabuk-mabukan ya dosanya seabrek abrek.

Persepsi Bisa Salah Atau Salah Persepsi


Lihat gambar di atas, coba klik kanan lalu klik open link with new tab ( buka tautan dengan tab baru ), itu memang sengaja penulis tautkan ke sebuah video Youtube, silahkan tonton atau download.

Video itu menggambarkan anak yang baik, rajin dan ingin membantu pekerjaan orang tuanya, dia pertama-tama terlihat sedang mencuci sesuatu di tempat cucian piring, namun apa yang ia cuci sebenarnya, ternyata yang anak kecil itu cuci adalah laptop milik ayahnya.

Memang video itu hanya untuk lucu-lucuan aja, tapi seandainya itu merupakan kejadian nyata, maka itu adalah suatu kasus salah persepsi, si anak memang anak baik, rajin dan ingin bantu ibu untuk bersih-bersih, tapi dia lihat, semua baju sudah dicuci bersih, piring gelas sudah dicuci, lalu lantai juga sudah dipel, nah apa yang bisa ia bersihkan kalau memang semuanya sudah bersih??, ternyata ia melihat laptop ayahnya yang sedikit berdebu karena lama gak dilap, lalu ia bawa laptop ke tempat cuci piring, ia siram air, lalu dilumuri sabun cuci piring, disikat, dibilas dengan air bersih lalu tiriskan, hasilnya laptop rusak berat, dan harus dilem biru ( dilempar, beli yang baru ), gak kebayang data-data dan file-file penting pekerjaan ayahnya hilang begitu saja hanya karena si anak salah persepsi.

Itu terjadi karena memang akal si anak masih terlalu dini untuk berpikir, atau memang karena informasi yang tersimpan di otaknya masih kurang sempurna, sehingga si anak menganggap bahwa semua benda bisa dibersihkan dengan air dan sabun.

Hal yang sama mungkin terjadi kepada orang yang terlibat riba, mungkin awalnya niat mereka baik yaitu ingin berwiraswasta, namun tak punya modal, akhirnya pinjam uang ke Bank dengan sistem riba, akibatnya yah dia dilaknat oleh Allah Swt.

PERSEPSI SALAH BISA BERAKIBAT FATAL


Salah persepsi bisa berakibat fatal, tak hanya laptop ayah yang harus rusak akibat dicuci, tapi bahkan seluruh masyarakat bisa dalam keadaan bahaya.
Banyak orang salah persepsi terhadap sesuatu, misalnya hari ini mereka salah persepsi dengan kata-kata Syariat, Jihad dan Khilafah, kata-kata itu selalu dihubungkan dengan Teroris, Fundamentalis, Radikalisme, Wahabi dan sebagainya. Terutama menimpa orang-orang awam, mereka mudah saja menelan kata-kata tentang monsterisasi terhadap Syariat Islam, Jihad, Negara Islam dan sebagainya.

Persepsi ini memang sengaja dibangun oleh para musuh Islam, yang sejak awal kedatangan Islam hingga saat ini masih ada dan masih menebar bibit kebencian mereka terhadap Islam. Sasaran mereka adalah kaum muslimin yang awam terhadap Islam, mereka ingin agar kaum muslim hanya mengetahui Islam sebatas masjid, sholat, ka’bah, puasa, sabar, berbuat baik, tidak sombong, rendah hati serta rajin menabung. Sedangkan ajaran Islam lainnya yang sifatnya kepada pengaturan negara, masyarakat, politik, ekonomi, hukum dan sosbud mereka persepsikan sebagai monster yang harus ditolak. Tujuannya adalah memecah belah umat Islam, antara umat yang berpersepsi benar dengan yang berpersepsi salah, karena musuh-musuh Islam tak pernah gentle dalam memerangi Islam, namun berlindung dalam kepengecutan mereka.

UNTUK MERUBAH MASYARAKAT, MAKA UBAHLAH PERSEPSINYA


Tidak ada cara lain untuk mengubah seseorang, selain dengan mengubah persepsinya, begitu juga dengan untuk mengubah masyarakat, maka ubahlah persepsi dalam masyarakat tersebut. Selama persepsi seseorang masih salah maka dia akan tetap tersesat.

Seperti dikatakan pada judulnya, setiap manusia hidup dengan persepsi, sehingga hidup manusia berwarna-warni, bermacam-macam, bervariasi. Namun dengan persepsi pula, manusia bisa tersesat dari jalan-Nya.

Dakwah

Dakwah adalah cara umat Islam mengubah persepsi, dakwah bisa ditujukan ke sesama muslim juga kepada non muslim untuk mengajaknya mengenal dan masuk ke dalam kebenaran ( Islam ). Rasulullah Saw bersabda “ Sampaikanlah kebenaran  walaupun hanya satu ayat”. HR. Ahmad.

Dakwah hendaknya berisi tentang Islam apa adanya dari A-Z, tanpa ada yang ditutup-tutupi, walaupun masyarakat di sana masih memegang teguh persepsi lama. Pendakwah juga harus punya adab ( sopan santun ) sehingga mampu menarik hati orang yang didakwahi.

Tujuan utama dakwah adalah menyebarkan Islam ke seluruh dunia, sehingga semua orang mengenal kebenaran yang hakiki yang ada dalam Islam, dan hanya Islam agama yang paling benar, yang lain no way. 




0 komentar:

DALAM NEGERI

DALAM NEGERI
PERMOHONAN DONASI UNTUK PEMBANGUNAN GEDUNG BARU YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM EL DIINA PURWOKERTO

Dalam Negeri

Dalam Negeri
93% Facebookers Memilih “Indonesia tanpa JIL” Daripada “Indonesia tanpa FPI” Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/02/18737/93-facebookers-memilih-indonesia-tanpa-jil-daripada-indonesia-tanpa-fpi/#ixzz1mzSmbSeG

Dalam Negeri

Dalam Negeri
Korban Malam Valentine: Sepasang Kekasih Tewas Cekcok Soal Hamil Zina

Internasional

Internasional
Suriah Serang Habis-habisan Kota-kota yang Dikuasai Pemberontak

PASAR ANDROID

PASAR ANDROID, DOWNLOAD BANYAK APLIKASI ANDROID BERBAYAR ( PREMIUM ) DENGAN GRATIS

Tentang Kami

Sahabat

Penggemar