Rabu, 09 Februari 2011

WAHAI REMAJA KENDALIKAN SYAHWATMU



Khusrin ( bukan nama sebenarnya ) sedang terlihat asik menikmati sebuah permainan game online di salah satu jejaring sosial ternama yang memang menyediakan fasilitas game online. Khusrin kelihatan asyik dan sangat serius memperhatikan layar monitor komputer di sebuah warnet dekat rumahnya.

Sebenarnya skenario game online itu tidaklah istimewa, bukan perang atau balap mobil atau yang lainnya seperti yang digemari para maniak game online. Namun ada beberapa sesi dalam game yang disisipi sesi syurrr, alias berbau seronok bahkan porno. Tiap mencapai tahap tertentu dalam game maka adegan syurr itu akan muncul, bahkan semakin tinggi level yang dilewati maka adegan demi adegan akan semakin banyak.



Hal inilah yang menjadikan Khusrin yang baru tumbuh menjadi ABG begitu penasarannya akan adegan-adegan dalam game online itu, seakan ada yang kurang jika sehari saja tidak naik ke level game selanjutnya.

Selain itu Khusrin juga merasakan gejolak yang tidak biasa dalam tubuhnya setelah melihat adegan-adegan game yang dia mainkan, semakin lama gejolak itu semakin tinggi dan menuntut pemenuhan ( pemuasan ). Namun untungnya si Khusrin tidak sampai berbuat zina, yah bukannya si Khusrin itu imannya masih kuat, tapi emang gak ada yang bisa dia ajak Zina ( hikihikihik ), karena jika dilihat dari model wajah Khusrin yang pas-pasan gak ada cewek yang mau jadi pacarnya.

SEKILAS TENTANG NAFSU DAN NAFSU SYAHWAT
Nafsu adalah sebuah karunia dari Allah Swt untuk makhluknya yaitu hewan dan manusia, dengannya manusia bisa menjadi lebih rendah daripada hewan, namun juga bisa lebih tinggi derajatnya dari Malaikat.

Nafsu sebenarnya netral, karena itu adalah karunia dari Allah Swt, yang jelas karunia Allah tidak ada yang buruk. Nafsu adalah bekal manusia sebagai khalifah ( pemakmur ) di bumi, dengan Akal dan Nafsu, manusia mampu menjadi pembangun bumi yang memang tugas manusia yang diamanatkan oleh Allah Swt.

Beda Nafsu dan Akal
Nafsu sifatnya current the reality, atau sesuai dengan kenyataan yang ada, alias nafsu akan menjadikan manusia bertindak sesuai dengan kenyataan, seperti lapar ya makan, haus ya minum, dan sebagainya.





Sedangkan akal sifatnya Beyond the Reality,  melangkahi kenyataan yang ada, misalnya diilustrasikan seperti ini nafsu berkata “ lapar nihh, tuh ada makanan”, maka akal akan bilang “ weits makanan siapa dulu, main embat aja”, atau mungkin “wah ada cewek cantik, yuk godain”, maka akal akan berkata “ weits jangan, dinikahi aja belum, digodain, nikahin dulu baru godain”.





Karena semua itu sebenarnya sifat dasar nafsu yang sesuai dengan kenyataan yang ada, dan sifat akal yang selalu melangkahi kenyataan yang ada. Jadi jika selama ini banyak remaja bebek yang pacaran, berzina, bermaksiat, itu karena mereka berpikirnya pakai nafsu, lha nafsu kok buat mikir, kan sudah jelas salah besar, akibatnya yah 51 % remaja jabodetabek sudah berzina ( BKKBN ), Trimbil eh Ariel dan Luna didukung, kalau Ariel didukung tuh sekalian Gayus juga didukung dong, biar sekalian maksiatnya adil dan merata gitu.

Allah Berfirman “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya[1384] dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”. QS.Al Jaatsiyat 23.

Nafsu Syahwat





Adalah nafsu ketertarikan antara laki-laki dan perempuan, ketika manusia beranjak dewasa secara fisik, yaitu memasuki usia remaja dengan ditandai tumbuhnya kumis, mimpi basah, dan suara yang membesar, maka biasanya nafsu ketertarikan dengan lawan jenis sudah mulai muncul.

ISLAM TIDAK MEMERANGI NAFSU, TAPI MENGATUR PENGENDALIAN NAFSU
Pernah mendengar Jihad melawan hawa nafsu, yah itu sebenarnya pelencengan dari makna Jihad yang sebenarnya. Masa jihad melawan hawa nafsu, apanya coba yang dilawan, misal gak makan setahun, ya mati.

Nafsu itu bagian yang tak terpisahkan dari individu manusia, jadi memerangi nafsu ya sama saja membinasakan manusia.





Ajaran Islam tidak memerangi nafsu, namun menyuruh untuk mengendalikannya, jika nafsu itu sebuah sepeda motor ya tergantung kita yang menungganginya, bener gak dalam mengendarainya, kalau gak bener misal ugal-ugalan, akibatnya nabrak, jatuh, melanggar lalu lintas. Naik motor juga harus punya surat ijin mengemudi ( SIM ) tujuannya agar taat peraturan lalu lintas. Hal ini juga dengan manusia harus taat pada syariah ( aturan ) Islam untuk memenuhi nafsunya.






Misal nafsu Syahwat, bukannya manusia itu harus menghidari dan membuang syahwat seperti ajaran agama Budha, yaitu untuk biksu dilarang menikah. Namun dalam ajaran Islam nafsu tetap harus dipenuhi, jadi misalnya nafsu Syahwat ya dipenuhi berdasarkan syariat Islam yaitu menikah, bukannya asal sosor aja kaya Trimbil eh Ariel Piterporen itu. Nah kalau dah menikah baru nafsu syahwat itu bisa dipenuhi, dan itu ibadah, keren kan.

Sedangkan nafsu-nafsu lainnya pun dalam Islam diatur dan dikendalikan, gak dihilangkan, misal nafsu pingin berantem, dalam Islam gak dilarang, Cuma di salurkan, misal dengan Jihad, lha sekarang lihat Palestina dijajah Israel, kita umat Islam harusnya berjihad ke sana, bukannya malah pada berantem sendiri, seperti antara suporter tim kesebelasan sepak bola yang pada gak punya otak itu, atau geng motor yang isinya bebek-bebek comberan.

KESIMPULAN
Allah SWT berfirman “ ...Innallaha la yughayiruma bi kaumin hatta yughayiruma bi anfusihim....”, Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu merubah apa yang ada di dalam dirinya.

Allah Swt memberikan akal dan nafsu kepada manusia bukannya tanpa tujuan, tetapi dengan keduanya maka manusia bisa menggunakannya untuk beribadah kepada Allah Swt.

Dengan nafsu kita bisa melihat kenyataan yang ada, dan dengan akal kita bisa mendefinisikan kenyataan ( realita ) yang ada dan berpikir untuk merubahnya menjadi lebih baik.







Jika memang kita melihat realita remaja saat ini penuh dengan kemaksiatan, bukannya kita malah ikut-ikutan maksiat bersama mereka, tapi kita harus berpikir dan bertindak menggunakan akal untuk merubahnya menjadi baik. Yaitu dengan ditegakknya dan diterapkannya Islam secara kaffah dalam bingkai Negara Khilafah Islamiyah, yang akan menerapkan Syariat Islam, menumbuhkan gaya hidup Islam, memerangi segala kemaksiatan dan kekufuran, serta menjadikan umat Islam sebagai Khairu ummah ( sebaik-baiknya umat ) yang akan memimpin dunia.




0 komentar:

DALAM NEGERI

DALAM NEGERI
PERMOHONAN DONASI UNTUK PEMBANGUNAN GEDUNG BARU YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM EL DIINA PURWOKERTO

Dalam Negeri

Dalam Negeri
93% Facebookers Memilih “Indonesia tanpa JIL” Daripada “Indonesia tanpa FPI” Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/02/18737/93-facebookers-memilih-indonesia-tanpa-jil-daripada-indonesia-tanpa-fpi/#ixzz1mzSmbSeG

Dalam Negeri

Dalam Negeri
Korban Malam Valentine: Sepasang Kekasih Tewas Cekcok Soal Hamil Zina

Internasional

Internasional
Suriah Serang Habis-habisan Kota-kota yang Dikuasai Pemberontak

PASAR ANDROID

PASAR ANDROID, DOWNLOAD BANYAK APLIKASI ANDROID BERBAYAR ( PREMIUM ) DENGAN GRATIS

Tentang Kami

Sahabat

Penggemar