Rabu, 16 Februari 2011

( Bagian 2 ) MUHAMMAD SAW, SANG REFORMIS SEJATI DAN SANG RAHMAT SEMESTA ALAM



Sebelum membaca posting ini alangkah baiknya membaca bagian pertamanya dulu.

Postingan bagian pertama menceritakan tentang awal kenabian Muhammad Saw. Nah kali ini penulis menceritakan masa kenabian Nabi Muhammad Saw.

Setelah kejadian di Gua Hira maka secara otomatis Muhammad dinobatkan menjadi Nabi dan Rasul oleh Allah SWT, mulailah beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi, Khatijah Ra, istri beliau yang pertama masuk Islam kemudian di susul Abu Bakar, Zaid ( Budaknya ) Ali Bin Abi Thalib dan sebagainya.



Awal dakwahnya Muhammad Saw mengajak orang-orang yang siap menerima dakwahnya tanpa memandang usia mereka, yaitu orang-orang yang menginginkan perubahan dan perbaikan masyarakat yang rusak dengan kemaksiatan dan negeri yang rusak karena sistem kafir yang menguasainya.

Rasulullah Saw membentuk Kutlah ( Kelompok ) yang terdiri dari para sahabat yang awalnya terdiri dari sekitar 40 orang sahabat. Rasulullah Saw mendidik para sahabat dengan tsaqafah ( pengetahuan ) Islam, tentang perubahan Islam, tentang pemikiran Islam dan tentang ibadah-ibadah ritual ( Mahdah ) Islam.

DAKWAH TERANG-TERANGAN SEBAGAI TITIK TOLAK DAKWAH
Allah Swt berfirman

Maka sampaikanlah olehmu apa yang telah diperintahkan dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. Sesungguhnya Kami telah membalaskan bagimu kepada orang-orang yang suka memperolok-olok. Yaitu orang-orang yang menjadikan tuhan lain menyertai Allah. Maka nanti mereka akan mengetahuinya. ( Al Hijr : 94-96 )

Setelah turun ayat tersebut dakwah Rasulullah Saw menjadi terang-terangan, beliau memperlihatkan dan memperkenalkan kelompok dakwahnya kepada masyarakat. Pada saat inilah hinaan dan olok-olok mulai menyertai dakwah Rasulullah Saw, seperti ketika Rasululullah dilempari kotoran Unta atau hinaan seperti Rasulullah Saw sudah gila dan sebagainya.

PERMUSUHAN TERHADAP DAKWAH
Pada awalnya dakwah Rasul Saw hanyalah dianggap sebagai kumpulan-kumpulan nasihat semata, serta perkataan bijak semata, namun lama-kelamaan kafir Quraisy mulai terusik oleh dakwah Beliau Saw.

Mereka menyadari bahwa dakwah Rasulullah Saw tidak hanya sebatas nasihat-nasihat belaka, namun lebih dari itu yaitu sebuah reformasi politik dan masyarakat Arab secara sistemik dan menyeluruh menuju sistem Islam.

Kafir Quraisy mulai menampakkan permusuhan dengan menyiksa, membunuh, menterror para sahabat Rasulullah Saw, dan lama-lama mereka menuduh Muhammad sebagai tukang sihir, pembual, pembohong, sok tahu dan sebagainya.

HIRAH KE NAJASYI



Untuk melanggenggkan dakwah, menghindari siksaan, dan teror dari kafir Quraisy, Beliau Rasulullah Saw memerintahkan sebagian sahabatnya untuk hijrah ke Negeri Najasyi di Afrika. Walaupun begitu propaganda melawan dakwah dari kafir Quraisy tetap muncul, bahkan sampai ke Negeri Najasyi, namun hal itu tidak bepengaruh apa-apa kepada dakwah Rasulullah Saw.

HIJRAH KE MADINAH



Setelah Rasulullah mengutus Musaib Bin Umair ke Madinah untuk berdakwah, dalam waktu kurang dari satu tahun sebagian besar rakyat dan penguasa Madinah ( Auf dan Khajraj ) menerima Islam dan siap untuk menerima Rasulullah Saw sebagai penguasa baru bagi mereka dan bagi kaum muslim seluruhnya.

Baiat Aqabah pertama dan Baiat aqabah kedua pun berlangsung dalam waktu yang berbeda, dan merupakan sumpah bagi masyarakat Madinah untuk melindungi Rasulullah Saw dengan nyawa mereka, dan siap mendukung dakwah Rasulullah Saw.

Akhirnya Rasulullah Saw dan para sahabatnya berhijrah ke Madinah, mereka berangkat secara bertahap, dan Rasulullah Saw termasuk pada rombongan Hijrah yang terakhir.

Di Madinah Rasulullah mendirikan Negara Daulah Islam dengan Beliau sendiri sebagai pemimpinnya, beliau terus meluaskan medan dakwah ke berbagai tempat, melakukan ekspansi ke daerah-daerah sekitar Madinah, bahkan sampai wilayah Byzantium, sampai akhirnya mereka menaklukan Mekah.

DUA TAHAPAN DAKWAH RASULULLAH SAW YANG PATUT KITA TELADANI

Dalam aktivitas dakwahnya Rasulullah Saw memasukkan dakwahnya dalam dua tahapan yaitu :



Tahapan Pertama
Pengajaran, pembinaan, penyiapan pemikiran dan rohani. Yaitu dengan mengajak manusia memeluk agama Islam, mendidik mereka dengan pemikiran-pemikiran Islam, membimbing mereka dengan hukum-hukum Islam dan menghimpun mereka dalam suatu Kelompok.

Tahapan Kedua
Penyebaran dakwah dan perjuangan, dengan penyebaran dakwah melalui propaganda-propaganda tentang kebenaran Islam, tentang ekonomi Islam, tentang politik Islam dan Budaya Islam, serta memperjuangkan untuk berdirinya Negara Daulah Islam yang akan melaksanakan Islam secara kaffah, menyebarluaskan Islam ke seluruh penjuru dunia, memperlihatkan kemuliaan Islam kepada seluruh umat manusia sehingga manusia berbondong-bondong masuk Islam.

HAL-HAL YANG PATUT KITA TELADANI DARI DAKWAH RASULULLAH SAW DAN SAHABAT
Yang paling patut kita teladani adalah ketegasan beliau Saw dan sahabatnya mengenai amar ma’ruf nahi mungkar, yaitu katakan Halal jika itu Halal dan katakan Haram jika itu memang Haram.
Rasulullah Saw tidak pernah mencontohkan umatnya bersikap mencla-mencle, seperti hari ini para remaja muslim yang ngotot ikut-ikutan perayaan Valentine dan membelanya habis-habisan, sudah perayaan kafir, dibela lagi, apa itu pantas disebut umat Rasulullah Saw.
Tentu saja sebagai umat Islam kita harus bersikap tegas, katakan Halal jika itu Halal, dan Haram jika itu memang Haram. Jangan mencla mencle.





0 komentar:

DALAM NEGERI

DALAM NEGERI
PERMOHONAN DONASI UNTUK PEMBANGUNAN GEDUNG BARU YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM EL DIINA PURWOKERTO

Dalam Negeri

Dalam Negeri
93% Facebookers Memilih “Indonesia tanpa JIL” Daripada “Indonesia tanpa FPI” Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/02/18737/93-facebookers-memilih-indonesia-tanpa-jil-daripada-indonesia-tanpa-fpi/#ixzz1mzSmbSeG

Dalam Negeri

Dalam Negeri
Korban Malam Valentine: Sepasang Kekasih Tewas Cekcok Soal Hamil Zina

Internasional

Internasional
Suriah Serang Habis-habisan Kota-kota yang Dikuasai Pemberontak

PASAR ANDROID

PASAR ANDROID, DOWNLOAD BANYAK APLIKASI ANDROID BERBAYAR ( PREMIUM ) DENGAN GRATIS

Tentang Kami

Sahabat

Penggemar