Minggu, 12 Februari 2012

BULAN MAULUD, BULAN KEBANGKITAN KAUM MUSLIMIN, BUKAN VALENTINE DAY


Bulan di tahun Masehi memang menunjukkan bulan Februari namun di tahun Hijriah bulan ini adalah bulan Maulud. Bulan dimana Nabi Besar Muhammad Saw dilahirkan, bukan bulan Februari dimana di tanggal 14 nya ada hari Kekufuran yang selalu diperingati remaja yang ngaku muslim namun hampir kufur, sebagai hari Kasih Syahwat.

MAULUD NABI

Salahuddin Al Ayyubi

Baitul Maqdis dikuasai oleh tentara Salib yang terdiri dari orang-orang Perancis dan Inggris, saat itu kaum muslimin benar-benar dalam keadaan terpuruk. Seorang Panglima Perang Muda berinisiatif untuk membuat sebuah perayaan dimana dapat menumbuhkan kembali spirit perjuangan Islam dalam diri kaum muslimin saat itu.

Shalahuddin al Ayyubi adalah sang Panglima Perang itu, beliau adalah Gubernur Syam yang amat peduli dengan keadaan umat Islam yang dalam keadaan kalah. Lalu beliau membuat sebuah perayaan yaitu peringatan Maulidur Rasulullah, atau yang biasa kita dengan Maulud Nabi, atau Mauludan, Muludan dan sebagainya.

Peringatan itu tak sebatas sebuah peringatan, namun adalah sebuah cara menumbuhkan spirit perjuangan kaum muslimin, dengan mengingat perjuangan Rasulullah Saw, dalam menegakkan Islam dan syariatnya.

Kaum muslim pun bangkit dan berhasil mengusir penjajah Salib dari Baitul Maqdis Palestina.

Mughirah Bin Syu’bah
Salah satu sirah Islam yang selalu diceritakan oleh Panglima Shalahuddin adalah cerita tentang sahabat Saad Bin Abi Waqash, yang berhasil membuktikan janji Rasulullah yaitu mengalahkan kesombongan Kekaisaran Persia.

Sebelum pertempuran besar terjadi, Saad bin Abi Waqash menyuruh seorang utusan untuk menemui Rustum, sang Jenderal Besar Persia. Utusan itu bernama Mughirah bin Syu’bah, Mughirah adalah salah seorang sahabat Nabi Saw, beliau termasuk seorang yang miskin. Saat Saad memerintah Mughirah untuk menemui Rustum, Beliau mengatakan agar Mughirah tetap memakai baju lusuh yang ia pakai saat itu dan jangan menggantinya dengan baju yang lebih bagus.

Mughirah, datang ke perkemahan tentara Persia dengan menunggang keledai, ketika beliau melihat sebuah kemah yang paling besar diantara kemah-kemah lainnya, itu pasti kemah Rustum. Mughirah langsung masuk ke kemah tersebut dengan keledainya yang kakinya berlumuran tanah berlumpur kotor, sehingga mengotori permadani-permadani mewah dan mahal di Gedung DPR eh di Kemah Rustum ( Kekaisaran Persia terkenal dengan keglamoran para pejabatnya ).

Tentu saja Rustum sangat terkejut dan tersinggung, karena kemewahan, keglamoran yang harganya milyaran rupiah, yah kalo dirupiahin, dirusak dan dikotori oleh seseorang yang lebih pantas disebut rakyat jelata. Lalu dengan nada marah Rustum menyuruh Mughirah turun dari keledai pendeknya dan duduk di salah satu sofa mewah, namun Mughirah menolak, dia mengatakan bahwa dia datang bukan untuk bertamu, tapi dia datang sebagai seorang utusan.
wilayah Persia sebelum Alexander Agung

Lalu Rustum berkata “ Kalian bangsa tidak beradab, tidak punya budaya, bangsa penggembala kambing, tak punya pandangan hidup, jahiliyyah dan primitif, bahkan kalian rela saling membunuh hanya karena masalah setetes air. Tentu saja berbeda dengan kami bangsa Persia, bangsa yang sudah punya budaya selama ribuan tahun, bangsa besar dan beradab sebagaimana bangsa Romawi, Yunani, Mesir, Cina dan India, namun kalian berani menantang kami, wahai orang udik “.

Lalu Mughirah menjawab dengan lantang “ dulu memang kami Jahiliyyah, tak beradab, tak punya budaya dan berpecah belah, namun dengan datang Islam, kami bangkit, mempunyai Jati Diri, kebudayaan dan peradaban yang tinggi, jauh lebih tinggi daripada kebudayaan ribuan tahun Persia, India, Cina, Mesir maupun peradaban besar lainnya. Dan kami sangat menghendaki agar bangsa kalian merasakan peradaban agung Islam seperti apa yang kami rasakan, maka kami tawarkan kepada kalian dua pilihan, yaitu masuk Islam, atau tetap di agama kalian namun tunduk pada Syariat Islam. Jika tidak mau maka kami akan memerangi kalian, sungguh kebenaran akan terlihat dengan nyata.

Kali ini Rustum dan prajuritnya tertawa menghina, lalu dia menyuruh prajuritnya untuk melempari Mughirah dengan lumpur kotor. Prajurit Persia pun melemari Mughirah dengan tanah dan lumpur sehingga tubuh Mughirah kotor terlumuri lumpur, namun dia malah tertawa dan mengatakan Alhamdulillah, ini adalah rampasan perang ( Ghanimah ), kalian telah menyerahkan tanah Persia ini kepadaku. Ini adalah tanda kemenangan kami sebelum berperang, dan besok adalah kemenangan Islam yang sesungguhnya.

Keesokan harinya terjadi pertempuran dahsyat, antara tentara Persia dengan tentara Khilafah Islam, dan Jenderal Persia Rustum pun tewas dalam pertempuran tersebut. Dan akhirnya Persia pun masuk dalam pangkuan Islam, dan merasakan kebangkitan, peradaban dan rahmat Islam seperti apa yang dirasakan bangsa Arab.

MAULUD NABI KEHILANGAN ARTI

berpegang pada sunnah dan ajaran Rasul adalah menegakkan kembali Syariah dan Khilafah

Namun apa yang terjadi setelah dari waktu ke waktu diadakan Maulud Nabi, ternyata sekarang Maulid Nabi sudah kehilangan jiwanya. Jika Shalahuddin al Ayyubi berhasil membangkitkan spirit jihad kaum muslimin sampai akhirnya berhasil mengusir penjajah Salib dari tanah Palestina. Namun hari ini Maulud Nabi tetap ada, namun tidak bisa lagi membangkitkan kaum muslimin untuk mengusir penjajah Kapitalis. Karena Maulud Nabi diadakan tanpa adanya spirit menegakkan pandangan hidup kaum muslimin yaitu Islam.

Valentine Day, Perayaan Sampah

Lebih parahnya lagi Maulid kali ini bertepatan dengan bulan Februari, yang di dalamnya terdapat perayaan hari kekufuran yaitu Valentine Day, akhirnya Maulid nyaris terlupakan oleh gegap gempita perayaan hari kekufuran V day. Selamat hari kekufuran valentine day, mungkin itulah yang ada di benak remaja dan generasi muda muslim jaman sekarang, Mauluid Nabi hanya perayaan orang tua yang sudah bau tanah. Padahal belum tentu si anak muda itu besok masih bisa melihat matahari terbit lagi.

MAULID NABI SAW, KEMBALINYA SPIRIT ISLAM KE NURANI KAUM MUSLIMIN


Kelahiran Nabi Besar Muhammad Saw, adalah sebuah rahmat dari Allah Swt untuk manusia di bumi. Dimana kita tahu manusia diberi amanah untuk mengatur bumi, pengaturan bumi inilah yang harus dilaksanakan dengan aturan yang Maha Sempurna, yaitu Syariat Islam. Karena manusia tak mungkin bisa mengatur bumi dengan aturannya sendiri, karena yang ada adalah kerusakan bagi bumi.

Syariat sebagai rahmat telah Allah turunkan untuk manusia yaitu lewat Nabi Muhammad Saw, dan Nabi Saw mendakwahkannya dengan susah payah kepada seluruh manusia di dunia.

Kita sebagai penerus dakwah seharusnya sadar dan meninggalkan segala bentuk tipuan iblis seperti halnya Valentine day atau hari kasih sayang palsu, alias hari saling kasih syahwat antara laki-laki dan perempuan secara tidak sah ( Zina ). Generasi mudalah yang mampu melakukan perubahan ini karena merekalah yang mempunyai energi lebih untuk melakukan perubahan menuju Islam yang kaffah.




0 komentar:

DALAM NEGERI

DALAM NEGERI
PERMOHONAN DONASI UNTUK PEMBANGUNAN GEDUNG BARU YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM EL DIINA PURWOKERTO

Dalam Negeri

Dalam Negeri
93% Facebookers Memilih “Indonesia tanpa JIL” Daripada “Indonesia tanpa FPI” Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/02/18737/93-facebookers-memilih-indonesia-tanpa-jil-daripada-indonesia-tanpa-fpi/#ixzz1mzSmbSeG

Dalam Negeri

Dalam Negeri
Korban Malam Valentine: Sepasang Kekasih Tewas Cekcok Soal Hamil Zina

Internasional

Internasional
Suriah Serang Habis-habisan Kota-kota yang Dikuasai Pemberontak

PASAR ANDROID

PASAR ANDROID, DOWNLOAD BANYAK APLIKASI ANDROID BERBAYAR ( PREMIUM ) DENGAN GRATIS

Tentang Kami

Sahabat

Penggemar